Senin, 30 Januari 2012

Kendalikan Tensi dengan Bluberi

Adyanews - Bagi Anda yang gemar mengonsumsi buah-buahan sebaiknya mulai mempertimbangkan bluberi atau stroberi sebagai pilihan. Riset terbaru mengindikasikan, kebiasaan mengudap buah segar yang satu ini memberi manfaat besar bagi kesehatan, yakni membantu menurunkan tekanan darah. Dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition  itu, para ilmuwan menemukan khasiat nyata bluberi setelah memantau diet sekitar 160.000 pria dan wanita selama 14 tahun. Para ilmuwan menganalisa salah satu unsur dalam diet tersebut yakni zat antioksidan yang disebut flavonoid.

Kajian menunjukkan, mereka yang paling banyak mengonsumsi anthocyanin— salah satu jenis flavonoid— tercatat 12 persen lebih rendah mengalami risiko tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi buah yang mengandung zat antioksidan tersebut .

Bluberie dan stroberi adalah dua jenis buah yang diyakini menjadi sumber terbaik anthocyanin. Faktanya, mereka yang secara rutin memakan sekitar 1/2 cangkir bluberi dalam sepekan tercatat 10 persen lebih rendah mengalami tekanan darah tinggi ketimbang mereka yang tak pernah memakan buah ini. Riset-riset terdahulu juga ada yang mengaitkan zat anthocyanin dengan pembuluh darah yang lebih lentur.

“Anthocyanin dapat meningkatkan produksi natrium oksida dalam tubuh, yang membuat pembuluh darah menjadi lebih lentur sehingga darah dapat dengan lebih mudah melewatinya,” jelas Aedin Cassidy, Ph.D., peneliti dari University of East Anglia, Inggris. Tetapi bagaimana dengan antioksidan yang lain? Para ilmuwan  juga pernah melakukan kajian terhadap jenis flavonoid lain — yang terkandung dalam cokelat hitam, anggur merah dan teh —  dan semunya memiliki khasiat menekan risiko hipertensi.

Tetapi flavanoid pada bluberi rupanya masih lebih unggul. "Zat antioksidan lainnya juga dapat menekan risiko tingginya tekanan darah,  tetapi tidak sebaik anthocyanin. Kenapa? Perkiraan Anda tidaklah sebaik yang mereka punya, tetapi penelitian di masa depan akan mengungkap pertanyaan tentang ini," ujar Cassidy.(nb)

sumber : kompas.com

Pisang Sehatkan Usus Besar

Adyanews - Apa persamaan pisang dengan jagung, telur, ikan salmon, dan bayam? Sebuah vitamin yang sangat baik bagi usus besar Anda! Vitamin itu adalah B6. Ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa dengan asupan vitamin B6 yang cukup setiap hari, maka Anda dapat terhindar dari risiko terkena kanker usus dan dubur seperti dikutip dari kompas.com.

Dalam sebuah penelitian besar yang mencari kaitan vitamin B6 dengan kesehatan usus besar, mereka yang memiliki asupan vitamin B6 tertinggi dari makanan dan suplemen ternyata memiliki sangat sedikit peluang terkena kanker kolorektal (kanker yang mengenai kolon dan rektum) hingga 20-30%. Dan penelitian ini hanya baru menunjukkan satu dari sekian banyak manfaat vitamin B6. Para peneliti menduga bahwa vitamin B6 berperan dalam memaksimalkan kerja folat dalam tubuh sehingga proses buang air besar menjadi lancar.

Selain usus besar yang sehat, vitamin B6 juga membantu mencegah penyakit parkinson dan depresi. Sebaiknya, konsumsi pisang sebanyak 1½-2 pisang dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin B6 dan folat. Agar tak bosan dengan mengonsumsi pisang biasa, variasikan pisang dengan beberapa cara berikut ini:  
- Jadikan sebagai pengganti selai pada roti gandum. 
- Campur es krim rendah/bebas lemak rasa cokelat dengan pisang. 
- Ganti keju dengan pisang sebagai isi cracker beras Anda saat mengudap.

Minggu, 29 Januari 2012

Hajar Kolesterol Jahat dengan Tomat

Adyanews - Bagi Anda yang sedang berjuang menurunkan kadar kolesterol atau tekanan darah tinggi, kini ada suatu solusi praktis dan enak.  Mulai saat ini, rajinlah mengonsumsi makanan yang mengandung buah tomat seperti pasta atau jus tomat.

Menurut laporan riset yang dimuat jurnal Maturitas, makanan dari tomat yang sudah dimasak seperti pasta ternyata memiliki khasiat yang nyaris sama seperti obat kimia penurun kolesterol.

Seperti dilansir Daily Mail, para ahli merekomendasikan bahwa tomat dapat menjadi   "alternatif yang efektif" pengganti statin, jenis obat yang umumnya diresepkan untuk kondisi yang menyebabkan gangguan jantung. 
Menurut peneliti, dengan hanya mengonsumsi dua ounces atau sekitar 60 gram pasta tomat atau seperdelapan sari buah tomat setiap hari sudah cukup bagi pasien untuk memeroleh manfaat tersebut.

Rahasianya terletak pada senyawa likopen yang memberi warna merah terang pada tomat matang. Antioksidan kuat ini penting bagi kesehatan  dalam menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Peneliti menekankan, tomat yang sudah dimasak adalah sumber terbaik. Hal itu telah dibuktikan dalam penelitan di mana tubuh dapat menyerap lebih banyak likopen dari tomat masak daripada tomat yang belum di masak.

Ini merupakan kajian para ahli di Australia yang menganalisis 14 penelitian internasional tentang manfaat likopen dalam 55 tahun terakhir. Mereka menyimpulkan, senyawa tersebut dapat memberi perlindungan alami terhadap dampak peningkatan kadar "kolesterol jahat" atau  rendahnya densitas lipoprotein di dalam darah.

Efeknya tomat yang dimasak dapat disejajarkan dengan dosis kecil statin yang digunakan untuk mengobati pasien dengan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini bisa menjadi faktor penyakit kardiovaskuler.

Salah satu penulis penelitian, Dr Karin Ried, dari University of Adelaide, mengatakan tomat terutama memiliki likopen tingkat tinggi. Ia menambahkan, setengah liter sari buah tomat atau 50 gram pasta tomat setiap hari  menyediakan perlindungan melawan penyakit jantung.  Tetapi jika hanya makan sebuah tomat sehari tidak akan cukup.

"Saya benar-benar merekomendasikan untuk mempertimbangkan pasta tomat. Makanan ini kaya likopen dan tak sulit untuk mendapat 50 gram setiap hari atau dalam pizza atau sebagai minuman. Penelitian kami menunjukkan, bila lebih dari 25 gram likopen dikonsumsi setiap hari, itu bisa mengurangi kolesterol "buruk" hingga lebih dari 10 persen," ujar Ried.

"Itu dapat disamakan dengan pengaruh dosis rendah pengobatan yang umumnya diresepkan tetapi tanpa efek samping, seperti sakit otot dan lemas dan kerusakan saraf," tambahnya. Likopen juga dapat ditemukan dalam buah semangka, jambu, pepaya, pink grapefruit, aprikot dan rosehip, tetapi dalam konsentrasi lebih rendah..

Sumber : kompas.com

8 Makanan yang Wajib Masuk Daftar Menu

Adyanews - Setiap manusia butuh makan untuk mengisi energi dan tenaga yang sudah terbuang. Tetapi masih banyak orang yang cuek dan tidak memperhatikan apa yang masuk ke dalam mulut mereka. Padahal makanan memainkan peran penting tidak hanya untuk mengatasi rasa lapar, tetapi juga fungsinya dalam meningkatkan kesehatan. Singkatnya, kita harus pintar memilih makanan yang baik untuk tubuh. Berikut ini adalah 8 jenis makanan yang wajib Anda konsumsi setiap hari, seperti dikutip MensHealth:

Bayam
Anda sepertinya harus mencontoh tokoh kartun Popeye yang doyan makan bayam. Bayam memiliki peran sangat vital dalam membangun otot karena kaya akan sumber omega-3 dan folat, yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan osteoporosis. Hebatnya lagi, folat juga dapat meningkatkan aliran darah ke bagian bawah tubuh Anda, sehingga membantu melindungi Anda terhadap masalah yang berkaitan dengan seksual. Bayam juga tinggi kandungan lutein, suatu senyawa yang dapat melawan degenerasi makula (kerusakan jaringan mata).

Yogurt
Minuman kesehatan hasil fermentasi ini sangat baik untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan. Yogurt mengandung ratusan juta organisme probiotik (bekteri baik) yang berfungsi sebagai bala bantuan dalam menghadapi bakteri jahat di dalam tubuh Anda. Yogurt juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan perlindungan melawan kanker.

Tomat
Warna merah pada kulit tomat mengandung antioksidan likopen. Jika ingin mendapat hasil yang terbaik, sebaiknya Anda memasak tomat terlebih dahulu sebelum menyantapnya. Karena tomat yang dimasak lebih mudah diserap oleh tubuh. Studi menunjukkan bahwa diet kaya likopen dapat menurunkan risiko kanker kandung kemih, paru-paru, prostat, kanker kulit, dan kanker perut, serta mengurangi risiko penyakit arteri koroner. Jika Anda tidak terlalu suka tomat, bisa menggantinnya dengan semangka merah, kesemek Jepang, pepaya, jambu biji.

Wortel
Wortel tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan mata, tetapi juga mengurangi risiko kanker dan keparahan akibat peradangan seperti asma dan rheumatoid arthritis. Sebagai alternatif penggantinya, Anda bisa mengonsumsi ubi jalar, labu, paprika dan mangga.

Kacang hitam
Semua jenis kacang umumnya baik untuk kesehatan jantung. Tetapi kacang hitam memiliki khasiat yang tidak dimiliki oleh kacang lainnya yakni, meningkatkan kekuatan otak. Kacang hitam kaya akan kandungan anthocyanin - suatu senyawa antioksidan yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi otak. Dalam sehari Anda cukup mengonsumsi setengah cangkir kacang hitam (8 gram protein dan 7,5 gram serat). Kacang hitam sangat rendah kalori dan bebas dari lemak jenuh, jadi anda tidak perlu takut untuk mengonsumsinya.

Walnut

Tahukah Anda bahwa sesungguhnya walnut memiliki kandungan omega 3 lebih banyak ketimbang ikan salmon. Diet tinggi omega 3 telah dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung, mencegah stroke, dan hipertensi.

Oats
Manfaat oat yang sangat penting bagi penderita diabetes dalam membantu mengatur kadar gula darah. Hasil penelitian dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa beta-glucan pada oat dapat membantu mencegah terjadinya peningkatan kadar gula darah secara drastis pada penderita diabetes setelah makan.
Penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli dari University of Texas Southwestern Medical Center juga membuktikan hasil yang serupa. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menyatakan bahwa serat makanan (seperti beta-glucan pada oat ) dapat membantu mengatur kadar gula darah pada penderita diabetes. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat oat, seperti untuk kesehatan jantung, menurunkan koleterol, dan meningkatkan fungsi otak.
Blueberries
Tingginya kandungan antioksidan dalam blueberries membuat makanan ini dikenal sebagai musuh utama kanker. Bahkan beberapa studi menunjukkan bahwa blueberry kaya kandungan serat, vitamin A dan C. Jika Anda susah mendapatkannya tidak perlu khawatir, Anda bisa menggantinya dengan acai berry, angggur, kismis dan stroberi.

Mari Makan Bayam, Cegah Anemia

Adyanews - Suka makan bayam bukan berarti Anda lantas dapat mengalahkan Brutus, musuh bebuyutan Popeye. Mengalahkan Brutus adalah hak istimewa Popeye. Namun, setidaknya dengan suka makan bayam, Anda akan mendapat satu jenis nutrisi dari sekian banyak nutrisi lain yang terdapat dalam bayam, yang dapat membantu menambah sel darah merah.

Zat besi adalah salah satu keistimewaan bayam. Zat besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah agar Anda tidak menderita penyakit kekurangan darah, yang dikenal dengan nama anemia. Sungguh tidak mengenakan menderita anemia. Mudah lemas, olahraga sedikit saja napas sudah tersengal-sengal. Belum lagi dada terasa sakit usai olahraga.  Dan yang pasti penderitanya sering pusing. Berdiri terlalu cepat dari posisi duduk sudah bikin tubuh seperti "melayang". Belum lagi wajah pucat. Jadi tidak terlihat cantiknya. Pada akhirnya kegiatan fisik menjadi aktivitas yang sering dihindari oleh para penderita anemia.

Banyak penyebab yang dapat menimbulkan anemia. Dari semuanya, anemia karena kekurangan zat besi yang paling mudah diobati. Tentu saja denagn rajin menyantap makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam. Jika Anda sudah menyantap banyak sumber zat besi, ada beberapa pantangan. Seperti misalnya menghindari hal-hal yang bisa mencegah penyerapan zat besi oleh tubuh. Kafein adalah contohnya. Minuman yang mengandung kafein dapat mencegah penyerapan. Jadi, sudah berapa banyak pun makanan mengandung zat besi yang disantap kalau Anda juga rajin minum kopi, tiada guna.

Apa saja sumber-sumber zat besi selain bayam? Banyak,misalnya hati sapi atau ayam, kerang, tiram, daging sapi yang dimasak, ikan salmon, tuna, sereal yang diperkaya zat besi, kacang-kacangan, serta pasta.

sumber : kompas.com

Anak Pendek Berpotensi Kegemukan

AdyaNews - Anak-anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata atau pendek (stunting), berpotensi mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Selain itu potensi kecerdasan mereka juga bisa terganggu. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, tercatat sekitar 38 persen balita di Indonesia tergolong stunting.

"Sebenarnya ini masalah lama, tetapi selama ini pemerintah lebih fokus pada kondisi gizi buruk dan gizi kurang," kata Dr.Yustina Anie Indriastuti, Sp.GK, di sela acara penghargaan pemenang kompetisi "Dokter Cilik Mahir Gizi" yang diadakan Nestle Indonesia (30/1/2012).

Ia menjelaskan, anak yang pendek lebih rentan kegemukan karena saat mereka sudah besar dan makannya bertambah, tinggi badannya tidak bisa bertambah lagi, sehingga hanya berat badannya saja yang naik. "Status stunting pada anak sebenarnya dapat dilihat dengan mengukur tinggi badan dan berat badan anak secara rutin kemudian dilihat grafiknya di KMS. Dengan demikian bisa dilakukan upaya perbaikan gizi," kata dokter yang akrab disapa Anie ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, semakin dini anak stunting ditingkatkan status gizinya, makin bisa dioptimalkan kesehatannya, termasuk tinggi badannya. "Di usia sekolah, yakni usia 10-12 tahun akan terjadi percepatan pertumbuhan anak. Di masa ini, bila gizinya cukup anak masih bisa bertambah tinggi," imbuhnya. 

Faktor genetik memang berperan dalam tinggi badan anak, tetapi Anie mengatakan bahwa faktor gizi dan lingkungan juga berkontribusi. "Kalau gizinya optimal dan rajin olahraga tinggi badan anak bisa maksimal bahkan melebihi orangtuanya,"pungkasnya.

sumber : kompas.com

Sabtu, 28 Januari 2012

Cara Simpel Merawat Gigi Anak

Adyanews - Terdapat beberapa kasus yang terjadi pada anak berhubungun dengan kesehatan giginya, banyak anak yang malas untuk gosok gigi, dan takut untuk memeriksakan giginya ke dokter. Sehingga perawatannya pun menjadi berkurang.

Orangtua anak harus selalu memperhatikan perawatan gigi anak. Perawatan gigi anak harus diperhatikan sejak dini dari usia 0, tidak hanya gigi saja yang harus dirawat, mulutnya juga harus dirawat. Untuk pemberian susu pada anak, baik itu dalam bentuk susu botol ataupun asi, ibu harus tahu bahwa dalam susu terdapat kandungan asam (laktosa) yang dapat merusak gigi. Pada saat anak menyusu, gigi akan terendam oleh susu terutama jika posisi anak telentang.

"Kebanyakan gigi yang rusak atau kotor disebabkan oleh susu atau asi, Ibu tidak harus mengurangi porsi susu untuk anak, namun perhatikan cara pemberiannya, jadi pada saat menyusui anak harus didudukan, jangan sambil tidur. Orang tua juga harus duduk. Untuk bayi, sesudah minum susu Gigi anak harus di lap dengan kassa hangat, atau dibilas dengan air putih, hingga susunya tidak membekas dimulut," tutur drg Laily Kadaryati Sp Rad.