Rabu, 18 Januari 2012

Bayi Ternyata Mampu Membaca Gerakan Bibir

Adyaraka - Bayi-bayi rupanya punya kekuatan tersembunyi. Tidak hanya dapat belajar bicara dengan mendengarkan suara orang tuanya, mereka juga mampu membaca gerak bibir juga. Dari satu riset terbaru di AS terungkap bahwa bayi berumur enam bulan mulai dapat melebarkan daya jangkau matanya untuk mempelajari mulut ketika orang berbicara padanya. ''Untuk dapat menirukan, bayi harus tahu dulu bagaimana bibir membuat suara yang mereka dengar,'' ujar ketua riset ini, David Lewkowicz dari Florida Atlantic University. ''Ini termasuk proses yang luar biasa rumit.''

Yang lebih menakjubkan, mereka tidak butuh waktu lama untuk belajar. Dalam beberapa bulan, bayi-bayi ini dapat menyerap ilmu soal gerakan bibir dan produksi suara. Ketika mereka ulang tahun ke-1, bayi sudah dapat memberikan respons dengan menatap mata orang tuanya. Kecuali, jika mereka mendengar suara yang tidak lazim, seperti bahasa asing yang tidak pernah mereka dengar.

''Ini benar-benar penemuan yang menarik,'' ujar Profesor Bob McMurray dari University of Iowa. Dia melanjutkan, bayi tahu apa yang mereka perlu tahu dan mereka mampu untuk mengerahkan perhatian untuk hal-hal yang penting dalam perkembangan mereka.''

Tips Cara Mengurus dan Mendidik Anak Tanpa Stress

Adyaraka - Sebagai orangtua yang baik kita harus bertanggungjawab dalam merawat, membesarkan dan mendidik anak-anak kita agar kelak dewasa menjadi orang yang mandiri, baik, soleh dan mampu menjadi ayah atau ibu yang baik bagi cucu-cucu kita. Dalam mengurus anak, memang tidak mudah karena membutuhkan kesabaran, ketekunan, keseriusan, keterampilan, kesiapan, kedewasaan, kemapanan, dan lain sebagainya.

Memang saat ini banyak kita temui laki-laki dan perempuan dewasa yang tidak siap menjadi seorang ayah atau ibu bagi anak-anaknya karena berbagai penyebab. Seharusnya orang yang telah menikah harus siap dalam berbagai hal termasuk kedatangan buah hati yang mungkin bisa lebih dari satu jumlahnya. Selain anak, konsentrasi pun harus bisa terpecah ke berbagai hal seperti pekerjaan, tetangga, orangtua, pasangan hidup, wali, saudara, rumah, kendaraan, lingkungan masysrakat, dan lain sebagainya. Semua bersatu padu menjadi satu kesatuan yang harus siap dihadapi oleh orang yang menginjak usia dewasa. Berbagai masalah pelik yang muncul dari rumah tangga belu tentu mampu dihadapi oleh setiap orang yang telah berumahtangga. Dalam tulisan kali ini akan lebih mengacu kepada persoalan pada membesarkan anak. Setiap fase dalam hidup anak kita bisa memunculkan masalah tersendiri, mulai dari di dalam kandungan, aru lahir, bayi, balita, usia baru sekolah, remaja, dan dewasa.   

Untuk memudahkan kita dalam membesarkan anak-anak kita ada baiknya untuk mengetahui tips-tips berikut di bawah ini :

1. Belajar Mengurus Anak Dari Berbagai Referensi Sejak Dini
2. Mempersiapkan Materi dan Mental Sebelum Memiliki Anak
3. Belajajar Manajemen Emosi Agar Tidak Mudah Terpancing
4. Berbagai Tugas Dengan Suami Atas Isteri Kita (Kerjasama)
5. Anak Yang Cerdas, Baik dan Soleh Sumber Kebahagiaan Orangtua
6. Menghadapi Anak Dengan Tenang, Tegas, Bijaksana dan Adil
7. Menyerahkan Segala Sesuatu Kepada Tuhan Yang Maha Esa
8. Tidak Malu Meminta Bantuan Apabila Dirasa Perlu
9. Masa Depan Anak Adalah Masa Depan Kita Juga
10. Anak Hanya Titipan Sementara, Amanah Bagi Kita

Apabila anda punya tambahan lain silahkan gunakan fitur komentar di bawah ini karena masukan anda akan sangat berguna sekali bagi para pembaca. Terima kasih.(nb)

8 Cara Sederhana Mendidik Anak Untuk Hidup Bersih

Adyaraka - Hidup bersih dan sehat adalah idaman semua orang. Apakah itu anak- anak atau orang dewasa. Kalau orang dewasa sangat sederhana memberikan pengertiannya bagaimana untuk hidup bersih dan sehat tetapi bagaimana dengan anak-anak, tentunya perlu trik khusus untuk itu. Bila kita mengajari anak sedari kecil tentang hidup bersih dan sehat tentunya ketika ia dewasa nanti ia akan tetap menerapkan cara-cara untuk hidup sehat. Kita sebagai orang tua pun sangat senang bila anak kita dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya. Tetapi tahukah anda bahwa  mengajarkan anak untuk selalu hidup bersih tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan totalitas di dalamnya.

Lalu bagaimana cara jitu mendidik anak untuk hidup bersih ? berikut cara sederhananya
  1. Sebelum mengajarkan pada anak untuk hidup bersih hendaknya kita sebagai orang tua dapat mencontohkannya kepada anak kita. Salah satu caranya, kita menyediakan peralatan dan fasilitas yang selalu bersih untuk mereka.
  2. Ajarkan mereka dengan memberikan tempat-tempat yang nyaman dan bersih. Misalnya, jangan biarkan pakaian menumpuk di sudut-sudut rumah.
  3. Selalu bersihkan tempat anak beristirahat, misalnya kamar tidur.
  4. Letakkan tempat sampah secara ideal. Dapat meletakkan tempat sampah pada kamar tidur, dapur.
  5. Biasakan mencuci tangan dan kaki setiap habis berpergian, berangkat tidur dan makan.
  6. Biasakan mandi dengan bersih. Gunakan sabun dan sikat gigi. Ajarkan mereka mandi dengan sabun dan menyikat gigi dengan benar ( jadikan ini rutinitas sambil mengajarkan mereka sedikit demi sedikit ).
  7. Tidak merokok di depan anak-anak kita. karena ia tahu itu tidak baik.
  8. Berikan ia buku bacaan atau poster-poster yang menggambarkan dan mengajarkan  pola hidup bersih dan sehat.
Saya percaya bila kita menanamkan pola dan kebiasaan hidup bersih pada anak kita sedari dini, maka ketika ia dewasa kelak akan merasakan sangat besar manfaatnya serta ia akan mengajarkan pula kepada anak-anaknya.(nb)

Selasa, 17 Januari 2012

12 Januari 2012, Ulang Tahunku yang ke 3

Adyaraka - Kamis, 12 Januari 2012 adalah hari dimana anakku genap berusia 3 Tahun! sejak semalam, entah mengapa setiap hari kelahirannya selalu melintas kilas balik hari-hari saat adya akan dilahirkan. dan bila mengingat itu semua hanya airmata yang bisa menjawab semuanya.

Bagi sebagian orang tua lain, perayaan ulang tahun dapat menjadi ajang berkumpul bersama seluruh keluarga besar kedua pihak. Acara ini bisa menjadi momentum untuk mengabadikan kehadiran beberapa generasi keluaga besar Anda dan pasangan, tapi tidak bagi keluarga kecilku yang hanya terdiri aku, anakku dan ibuku, inilah keluarga kecilk yang menjadi tanggungjawabku..

Pagi ini cuaca agak mendung, kue dan kado ulang tahun yang sudah sejak malam kusiapkan untuk memberinya kejutan. Jam 05.30 wib adya bangun, seperti kebiasaannya akhir-akhir ini setiap bangun tidur mencari laptopnya (dia bilang game) untuk melihat film kesayangannya di youtube, Ultraman. tapi pagi ini aku bilang " adya hari ini adya ulang tahun, umurnya sudah 3 tahun sekarang" ucapku sambil menunjukkan jari 3.
"Sekarang adya potong kue ya.." tapi dia bilang " adya mau tiup lilin dulu bunda..." wadduh...nggak terpikir soal lilin, karena sebenarnya aku tidak ingin merayakan sampai dengan tiup lilin segala, kelabakan jadi cari-cari lilin dulu, untungnya masih ada persediaan lilin untuk mati lampu!!Tapi hari ini aku nggak boleh kerja, katanya "Adya ulang tahun, bunda nggak kerjakan?" jadilah seharian hanya bermain bersama dia di rumah.

Hadiah.yang kuberikan bukanlah hadiah yang mewah apalagi mahal, hanya boneka Superman dan spiderman untuk menemani koleksi boneka2 ultramannya. tapi melihat reaksi adya saat menerima hadiah yang hanya 10.000/buah, tapi sudah membuatnya senang luar biasa. Kasihan adya....

Suatu hari nanti saat ingin mengenangnya,. aku sudah mengambil beberapa foto adya sejak semalam, kelak menjadi dokumentasi dan mengembalikan ingatan akan kenangan masa kecilnya yang semoga dia syukuri walau tanpa seorang papa untuk melalui ulang tahunnya sejak adya kecil. keluarga kecilku yang sangat berharga.

Banyak teman mengucapkan selamat ulang tahun pada adya melalui blackberry dan facebook, mengingatnya membuatku bersyukur bahwa ternyata teman-temanku lebih perhatian daripada saudara-saudaraku sendiri.

Satu tahun lagi terlewati dalam perjalanan hidup anakku, semoga Allah memberiku kesempatan untuk menemaninya, menjaganya dan memberinya kehidupan yang layak sampai adya mampu mandiri dan tidak menjadi beban untuk siapapun. Amin Ya Allah, Ya Rabbalalamiin.....
Kamis, 12 Januari 2012

Rabu, 04 Mei 2011

Maafkan bunda ya.....

Adyaraka - Sejak 20 April 2011, untuk menghindari fitnah dan konflik berkepanjangan dalam keluargaku, aku dan adya menempati rumah baru terpisah dari ibuku. hanya kami berdua, hanya aku dan adya. kami memulai hidup baru kami dari sini, ditempat ini. Hanya Aku dan Adya.

Sebenarnya, apapun yang mereka katakan tentang aku dan hidupku, mengomentari kegagalanku, aku tidak perduli komentar mereka yang katanya keluargaku. Tapi karena sudah menyangkut harga diri aku dan anakku, juga untuk ketenangan ibuku, lebih baik aku yang pergi. Aku meninggalkan bibi untuk menemani ibu dirumah, karena aku tidak mungkin meninggalkannya benar-benar sendirian. walaupun aku tahu sifat ibuku yang kadang oportunis, yang kadang bicara lain pada keluargaku tentang aku, tapi bagaimanapun dia ibuku.

Sejak terpisah dari ibuku, kegiatanku mulai pagi adalah mengantarkan adya kerumah ibuku, karena atas permintaan beliau yang mengijinkan aku terpisah asalkan anakku tetap dirumah menemaninya saat siang. lalu aku akanmenjemputnya saat pulang kerja malam harinya. kadang saat malam akan turun hujan, ibuku berkeras menahanku untuk bermalam saja dirumahnya, tapi aku sudah bertekad untuk tidak lagi mendapatkan hinaan dari keluargaku kalau sampai mereka tahu aku ada disana.

Kadang aku dan adya kehujanan dalam perjalanan pulang dari rumah ibuku yang lumayan jauh, tapi adya senang-senang saja kalau hujan, dia akan berteriak2 kesenangan. lalu sampai rumah aku harus buru-buru mengganti bajunya dan membaluri tubuhnya dengan minyak kayu putih sampai dia merasa hangat dan bilang "dah nda...(sudah bunda)'"dan dia akan kembali bermain dengan mobil2-annya. baru aku bisa mengurus diriku sendiri.

Seringnya adya tertidur dalam perjalanan pulang karena kantuk yang tidak bisa ditahannya hingga menyulitkan aku mengendarai motorku. aku harus berkali-kali berhenti di jalan untuk membetulkan posisi lehernya yang terpaksa kugantungkan di slayer dan kuikatkan dileherku agar tidak merosot terus. sedihnya kalau sudah tertidur dan gerimis turun seperti semalam, sepanjang jalan aku menangis membayangkan nasib yang kujalani bersama anakku tadi malam karena fitnah keluargaku tercinta.

Dalam kesedihanku sepanjang perjalanan, aku hanya berdoa dan berharap diberi umur panjang untuk bisa membahagiakan anakku dan menjadikannya anak seperti harapanMU,ya Allah....aku tak menginginkan apapun lagi selain kebahagiaan anakku..Robbihabliminashalihiin...

Lalu sampai dirumah dia bangun dengan mata segarnya, aku pura-pura marah karena dia tertidur di jalan tadi, nggak sangka dia bilang "map nda...(maaf bunda)" anakku yang baru 2 tahun, apa yang harus bunda maafkan, justru bunda yang minta maaf kepadamu karena memberikan kehidupan seperti ini dalam hari-hari yang seharusnya bisa lebih baik untukmu....tapi bunda janji, insya Allah, suatu hari nanti bila Allah berkenan, semua akan indah pada waktunya.

Namun demikian, sisi baik dari terpisahnya rumahku dengan ibu, aku jadi punya banyak waktu untuk beribadah, memperbanyak shalat malam dan mengaji. Dulu saat dirumah ibuku, setiap pulang kerja, aku harus menyediakan waktu untuk mendengarkannya bercerita tentang berbagai hal sampai beliau cape dan masuk kekamarnya, kadang aku sudah lelah, shalatpun hanya yang wajib, dan jarang sempat mengaji..

Hari ini tiga tahun yang lalu......maafkan bunda ya sayang.....Rabu. 04052011

Selasa, 07 Desember 2010

NeveR EveR AgaiN

Adyaraka - Ini Kejadian yang tidak akan pernah aku lupakan......
20 November 2010, ini adalah hari ulang tahun kakak iparku, kami semua dapat undangan Nonton Midnight Gratis film Harry Potter terbaru di Teraskota-BSD, sebenarnya bingung juga mau ikut atau tidak karena sudah lama tidak kumpul dengan saudara-saudara, selagi ada kesempatan knapa tidak....

Kalau cuma nontonnya mungkin bisa lain kali....karena yang jadi pikiran adalah anakku si Abay alias Adyaraka Raisha yang baru berusia 22 bulan, mau diajak kasihan nontonnya tengah malam, nggak diajak kasihan juga dia dirumah sama mba and uminya.....
Akhirnya aku pergi juga biarpun hati nggak tenang, gini kali ya rasanya jadi ibu, kalau mau kemana-mana khawatir sama anak...yang ada telepon2 terus kerumah tanyain keadaan si Abay, dan ternyata sejak aku berangkat dia nggak mau tidur padahal sudah seharian dia main biasanya habis magrib langsung ngantuk dan tidur, tapi sampai jam 9 malam aku telp dia masih melek dan cari-cari bundanya keliling rumah...setelah cape, menurut cerita umi dan mbanya, jam 10 baru dia tertidur karena kecapean nangis.....Duuuhhh......

Aku pikir, sudahlah setidaknya dia sudah tertidur juga akhirnya....ternyata......dia cuma tidur 1 jam !!!
karena terbangun dan tidak ada bunda disampingnya, dia minta keluar kamar dan duduk dikursi teras sampai dibujuk umi untuk masuk kamar. tapi dikamar dia duduk sudut belakang pintu seperti main petak umpet yang biasa aku mainkan dengannya kalau dikamar, mungkin dia pikir bundanya sedang main petak umpet karena nggak kelihatan2.....

Dan untuk kedua kalinya, dia tertidur karena lelah menunggu....sementara di dalam bioskop aku juga nggak tenang tapi mau pulang juga susah sudah lewat tengah malam, kalau nggak sama-sama yang lain nggak mungkin, disini taksi susah jadilah ditunggu sampai filmnya habis jam 2!! 

Sampai dirumah, lihat dia sudah tertidur...mau nangis rasanya dengar cerita kejadian saat aku pergi, jadi nggak lagi-lagi deh aku pergi tanpa dia kecuali kerja ......iam sorry sweety...NEVER EVER AGAIN....

Selamat Malam Sayang.....Bunda Sayang abay.......201110

Kamis, 02 Desember 2010

Latih Disiplin Anak Tanpa Memukul

Adyaraka -  Setiap keluarga mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menanamkan disiplin pada anak. Walau berbeda, sebenarnya tujuannya sama, yaitu menangani anak bandel atau yang bertingkah nakal.Ketika Anda melihat si kecil berbuat kenakalan, entah itu di rumah, saat jalan-jalan di mal, atau ketika berkunjung rumah tetangga, mungkin secara refleks Anda akan berteriak, “Berhenti!” Atau, bisa jadi Anda akan memukul si kecil agar tidak melanjutkan perbuatannya.

Tahukah Anda, menurut pakar psikologi anak, menangani anak nakal dengan cara berteriak atau memukul dapat menimbulkan efek negatif pada emosi si kecil. Agar disiplin bisa dilatih sejak dini, kenali cara lain yang lebih efektif untuk buah hati Anda, seperti dikutip dari laman Modern Mom.

Beda usia, beda cara
Pertimbangkan usia anak Anda. Cara menanamkan disiplin pada anak tidak sama di tiap usia. Beda usia, beda cara. Misalnya, untuk anak berusia 15 bulan, Anda bisa menggunakan cara pengalihan perhatian untuk membuatnya disiplin. Berbeda dari anak usia yang lebih muda atau lebih tua dari itu, Anda mengabaikan mereka jika merengek-rengek atau bertindak tidak tepat, untuk mendapatkan perhatian Anda.

Beri contoh
Contohkan perilaku yang baik agar si kecil menirunya. Menurut penelitian, teknik itu selalu direspon baik oleh anak-anak. Sebab, memberi si kecil contoh dari apa yang harus dilakukan, bukan apa yang tidak boleh dilakukan. Anak-anak lebih mudah meniru perilaku orang dewasa. Mereka lebih mudah menerima pendekatan itu dari pada diberi tahu apa yang tidak boleh mereka lakukan.

Berpegang pada aturan
Tetaplah berpegang pada aturan yang Anda tetapkan untuk buah hati. Setelah memberitahu harapan Anda pada si kecil, hal ini akan memperkuat perilaku yang ingin Anda lihat dari si kecil.

Beri penghargaan
Anda harus ingat untuk selalu menghargai anak Anda setiap kali dia menunjukkan perilaku baik. Lontarkan pujian kepada si kecil tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga menawarkan hadiah favoritnya. Si kecil tentu akan merasa Anda benar-benar bangga pada dirinya sendiri.

Ungkapkan ketidaksetujuan Anda
Selalu ungkapkan pendapat Anda jika Anda merasa tingkahnya tidak tepat. Jelaskan kepadanya tentang perilaku yang tidak baik itu. Mengekspresikan pendapat Anda merupakan pendidikan keluarga yang bagus. Ini akan efektif mengubah perilaku si kecil.

Konsekuensi
Jika anak tidak disiplin atau melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, segera ungkapkan kalau ia bersalah. Hal itu untuk menghindari ia melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Katakan juga padanya setiap kesalahan memiliki konsekuensi, salah satunya adalah hukuman. Hukuman bisa berupa tidak mengizinkannya menonton televisi beberapa hari atau memotong uang jajannya sementara waktu.

Jangan berikan hukuman fisik seperti memukul, hal itu hanya akan menimbulkan trauma dan bisa meregangkan hubungan Anda dengannya. Memberikan hukuman atau konsekuensi atas kesalahan anak juga melatih perkembangan psikologisnya. Mereka jadi lebih peka dan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu kesalahan. (beiga2509)